Saturday, 7 March 2015

[pudar]

sabar seorang ayah
banyak aku belajar yang dari sedikit-sedikit perkara ke sebesar-besar perkara.

sabar seorang ibu
terbendung yang kecil-kecil yang tersorok dari raut wajah

entah. aku rindu yang waktu dulu
yang kami berenam

gaduh. sakat. nangis. rajuk

waktu seakan berputar laju
tanpa sempat aku sedar --

aku sudah besar

dan
masa-masa bersama keluarga
banyak terbunuh dalam kejauhan

"Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil. "
Al-Israa' : 24

 [source : link]

laundry story. eh, that's rhyme!

An old woman in transport for disable was hardly trying to insert a coin to start up the dryer.We, without hesitation offered some help to her. She didn't refuse and passed the coin to us.

"Thanks lovely," she said with a smile. We returned to the bench that we occupied before.

"You must be 16 years old, don't you?" She asked us. This time she looked at us up and down.

"No, we already 20-ish year old," we replied

She was a bit shock by the explanation but continue the conversation, "Awh, you guys are cute," This time I assumed it was because of our height and not-yet-mature face. Lols

"Well, that is how asian looks alike," we giggled a bit. I don't know to feel happy or disappointed of that comments.

"I bet that you already have a boyfriend." It took us some time to figure out what the question was about because Mancunian accent was hardly understood by outsiders. At least by me.

I think that is the mindset of older people that are young people should have couple etc.

Pause. We were trying to arrange our sentences carefully.

"Not really. Not until we are ready to get married." Yeah. Well, that was at least an honest answer, grandma.

She smiled and gave us a nod for that answer.

Wednesday, 4 March 2015

Ilham Bebelan wahaa tajuk -.-'

Something is disturbing. I just don't know where to start. I talked to myself that I am recovering but deep inside, it is really not as simple as that. Indeed, I have heard that this one quote saying that, it is not the fail that matter but how you quickly you stand up to fix things back. It is easier said than done. Lucky for people who has someone to push them, Lucky for people to have that strong determination. Lucky for people blablabla

Wait.

Looking up high at people who has something better does not change much huh. Why don't you look down a bit. Look around you what He has been given you all this while that keeps you alive? Dear self, don't you have a note on Syukur you wrote earlier? Don't you remember that trials and circumstances are the proves that He loves you?

Don't you remember Al-Ankabut ayah 2?

Pause.

__________________


I have always this kind of thought that I want to tell everything to the world, what is in my mind all this while. What happen to me after so long I try to detach to the outside world (lol). And to do that, I choose to write. However, some twist (or might be miracle) just happened. When I have something in mind and would like to pour it out in writing, Allah gives me the feel of motivating myself instead. He just gave me some kind of self motivation that makes me think again all the hikmah behind this. And you know, it goes very smoothly, without I'm trying to figure out the structure of my sentences or drafting my writing or something.

Like this.

Actually I have something that I have been thinking to write about something but I think the writing will stop here (not gonna be elaborating further lols)

Well, I think this is enough for some sort of short escapism.

___________________

kan dah cakap takde ape. bebelan merepek je ade lah lols

Friday, 20 February 2015

[9] Fatma

Ketika itu, saat menonton 99 Cahaya Di Langit Eropah, aku cukup tak puas hati apabila Fatma bertahun-tahun tak berbalas khabar emel si Hanum.

Bukan susah, nukilkan sahaja apa-apa yang terbuku biar si Hanum tak tertanya-tanya hidupkah ia, sihatkah ia, ke manakah ia. Biar si Hanum tak rasa semacam bertepuk sebelah tangan beriya-iya mahu mengerat silaturahim. Biar si Hanum dapat membantu segala apa yang terbenak di hati Fatma.

tapi baru sekarang aku rasa apa si Fatma rasa, rasa terbuku yang biar tersimpan semacam mahu bebas dengan ikatan dunia. Saat kebergantungan hanya pada Dia, saat meminta-minta hanya pada Dia, saat manusia-manusia tak mampu sama berkongsi rasa.

saat orang lain, hanya tahu yang di penghujungnya.

sebab waktu itu aku rasa Fatma sudah cukup kuat untuk bangkit sendiri dan reda dengan hanya Allah tempat mengadu.

Sunday, 15 February 2015

celoteh dulu di musim luruh kahkah

Waktu itu, ditanya aku mahu menulis puisi atau tak, untuk dimuatkan dalam buletin MALECS. Sebetulnya, sudah lama tidak aku kekalkan momentum menulis, sudah lama aku tinggalkan dunia yang aku minat.

Tapi disahut cabaran itu. Satu aku belajar, takkan dapat menghasilkan jika tidak dipaksa sepenuh hati. Setiap diri mampu, jika dipaksa sepenuh hati. Letaklah di mana pun, dibuatnya sepenuh hati. Haih.

dan karya itu sudah pun disiarkan. cumanya, mungkin apabila dirangkum begitu, aku sendiri nampak macam ruangan puisi majalah sekolah yang mana tak semua berminat baca. Heh. Hanya sang pengkarya dan pencinta seni.

Macam masuk dalam kedai buku, galeri atau muzium. Hanya yang benar2 minat akan satusatu dibacanya, satusatu dihayatinya.

bukan itu yang dikhuatirkan.

yang aku khuatir diri ini lebih, bila mana tidak dibuat sepenuh hati (dalam apa sekalipun) manakan didamba sesuatu yang bermanfaat pada orang lain? Hmmph

Diri, cubalah jadi yang bersemangat dan rajin.

Ada seorang senior yang mana markah dia dalam pelajaran boleh tahan tinggi. Graduate dengan first class dikatanya, "Kalau hangpa tengok result aku macam ni, aku tak pandai sebenarnya. Aku tak pandai. Sebab aku tau aku tak pandailah aku banyak belajar. Belajar rajin2."

Sentap di situ. Sampai ke situ kaitannya dengan perenggan pertama

Jadi, yang di bawah ini, catatan di satu ketika di musim luruh

_____________________________________-

sang dahan tak lagi
erat bergandingan --
berbagi nikmat kehidupan --
dengan si malar hijau dan si kembang mekar
bila putaran masa bergantian

lantaran awal penciptaan
wujud yang cuma kitaran
bekalan penghidupan
tanpa bayaran

jadilah
umpama daun yang gugur---
usai berbagi nikmat
dan akur pada putaran alam,
hujungnya, masih membahagiakan
rona lusuh kekuningan
berlatar biru serakan sang langit dan awan---

Hukum daunan,
ajari aku---
makna penciptaan
kerna di pengakhiran,
perlu pulang aku,
pada yang menciptakan.


#NotaSendiri : SYUKUR

Syukur

Syukur bertambah nikmat (14:7)
... dan seseorang itu lebih cenderung untuk syukur bila ternampakkan hikmah di sebalik kejadian. Allahu. Tak mahu sekadar itu. Kalau boleh, biar sehari-harian. Biar sepanjang keberadaan. Biar sepanjang kehidupan. Syukur dengan segalanya.

Nikmat, ujian. Asam garam yang Allah rencahkan dalam kehidupan untuk menguji hambanya.

Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya menyatakan, "Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji? 
Al-Ankabut : 2

Nikmat. Cuba bilangkan nikmat Tuhanmu. Sedari kau di perut ibumu

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu BERSYUKUR
An-Nahl : 78 
.. dan apa lagi nikmat tuhanmu? Bilangkan

Dan adalah kerana rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan kamu mencari sebahagian kurnia-Nya (pada siang hari) agar kamu BERSYUKUR kepadanya
Al-Qasas :73 
 dan dari apa yang kau makan, yang kau peroleh dari perut bumi

Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan
Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan daripada beberapa mata air,
agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak BERSYUKUR?
Yaasin : 33-35 
Hujan, yang datangnya dari langit itu rahmat, menyubur tanah, menghijau tanaman

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan pelbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendaknya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.
Ibrahim : 32
Ilmu itu, yang di dalam dada, hati dan akalmu

 Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, "Aku akan membawa singgahsana itu kepadamu sebelum matamu berkelip." Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgahsana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata,"Ini termasuk kurnia Tuhanku, untuk mengujku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia BERSYUKUR untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku, Maha Kaya, Maha Mulia.
An-Naml : 40 
Nah. Banyak bukan? Cuba hitung2 lagi nikmat mana lagi yang kau mahu dustakan?

Islam itu cantik dan syumul, yang mengajar untuk mensyukuri segala macam benda yang dikurnia. Heh tapi berpada. Takkan diletakkan syukur kerana diberi peluang berdiri dengan artis korea di atas pentas?

"Syukur pada rasa yang bila mana bersama-sama dengan mereka yang juga mencari dan menuju Allah, iman tu rasa melonjak-lonjak naik. Syukur pada rasa itu, gapailah rasa itu dan buahkan-lah dengan amal," antara satu konklusi sepanjang kebersamaan itu.

Alhamdulillah. Utamakan menyebut kalimah yang satu itu tika mana diuji dengan nikmat atau ujian

_____________________________________

Tak lain tak bukan, memang untuk nota sendiri
Mabit | 15022015

Wednesday, 4 February 2015

[8]

Untuk yang sekalian kalinya, Mawar buka lagi profil kawannya. Tiada apa yang baru. Tiada apa yang menarik. Saja untuk melihat-lihat keberadaanya kawannya di seberang sana.

Malam itu sepi macam biasa. Diambil bahan bacaan himpunan risalah Hassan Al-Banna. Pada satu bahagian, disebut untuk Manfaatkan Persaudaraanmu di kala mahu membina saf-saf yang kuat, untuk membina satu kekuatan. Macam generasi sahabat-sahabat terdahulu, dikasihnya demi Allah.

Mawar teruskan pembacaan. Kali ini, As-Syahid Hassan Al Banna mengambil daripada ayat al-Quran bagaimana Allah firmankan dalam Al-Anfal ayat 63

Dan Dia (Allah) memepersatukan hati mereka (orang yang beriman) walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi nescaya kamu tidak (juga) dapat mempersatukan hati mereka. Akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Satu mesej masuk dalam inbox Whatsapp

"Hai. Awak buat ape tu?"

"Takde ape. Saje bace buku ni ha."

Mawar kemudiannya menghantar gambar ayat berkenaan dan dihantar kepada sahabatnya yang baru menghantar whatsapp tersebut

"Hai, ade tengah rindu siapa2 ke tu?"

"Hmm takdelah kak. Saje je share ayat ni. Sweet kan?" Sambil diletak emotikon bermata love love.

Belum sempat sahabatnya balas, Mawar sambung lagi

"Akak, pernah tak rasa rindu pada suasana, pada sesiapa tapi rasa je diri perlu move on."

Mawar taip lagi, "Dia rasa macam hmm, nak tegur tapi rasa macam nanti buat apalah nak rasa camtu padahal orang lain tak rasa apa."

Selang beberapa saat, sahabatnya balas,

"Awak nak cakap yang awak rasa rindu tapi tanak cakap. Ego lah ni kiranya eh?"

Haha. Mawar gelak dalam hati.

Sahabatnya sambung lagi, " Kita pun pernah macam tu. Ada suatu ketika tu sampai lama tak contact dengan kawan sendiri sebab taknak rasa attach. Tanak rasa macam kebergantungan akan hilang bila manusia takda di samping kita. Walhal, kebergantungan yang utama hanya pada Allah kan?"

Kali ni Mawar sengih. Sahabat Mawar sedang menaip lagi. Mawar tunggu seketika.

Sahabat Mawar tulis lagi, "Tau tak, lepas tu akak belajar untuk jadi hati batu. Eh tak, maksudnya hati kental. Heh."

Mawar pula jawab, "Kannn. Jomlah jadi hati kental. Lagipun dalam ayat tu Allah dah kata yang Dia yang mempersatukan hati-hati kita kan? Jadi, apa nak takut kita dilupakan manusia kan?"

Mawar sambung dalam hati, sedang aku pun mesti ada je yang terlepas pandang lupa pada orang lain.

Thursday, 1 January 2015

ketika bicara tentang manusia

Ketika bicaranya kalian (dan aku), tentang si fulan dan si fulan. Asalnya hanya mencurah rasa, yang mana sakit tersimpankan sendirian. Terkongsikan rasa agar ada yang menyesyor jalan. Sebelum sempat dihabis namanya, nanti..

Kita bicaranya tentang manusia, bukan?

Manusia berkata tentang manusia. Pendirian kadang pasti akan tersasar, tembakan pasti akan ada tak mengena. Istigfar. Sebelum bicara tentang manusia. Wajarkah dimuntah sepenuh rasa pada satusatu jiwa sedangkan yang lain angguk2 akur mendengar. Kejap pandangan ke arah lain, kejap telinga terpasang tajam. Cuma duatiga bersaranan, cuma duatiga kisah cerita kalian.

Istigfar. Kita bicaranya tentang manusia. Bersatudua yang bersaranan (saranan, bukan yang menambah api yang marak) lebih baik daripada berlima-enam yang memasang telinga.

Kita, bila mahu bicaranya tentang manusia,
dulukan bicara pada Dia yang mencipta, ya?


#darisisterIreland
#notetoself

_________________

"Akak, hari tu saya baca satu novel ni tapi ending dia rupanya daging yang dia guna untuk masak tu daging manusia yang dia bunuh. Entah apa lah rasa daging manusia :3"

Heh. Sekadar menduga je. Tak rasa pun nak rasa. :3

"Awak cubalah mengumpat orang lain, macam tu lah kot rasanya."

Erk.

terpujuk

kau tahu, suatu saat bicara seharian banyaknya diam. waktu yang mana terkecamuk rasa untuk bermadah. laju-laju pada ketipan papan kekunci, yang munculnya pada malam tua berjanggut, ruang baru dan sakit rindu. waktu itu, fikiran semacam lari ke tempat jauh, minta diasak pulang ke realiti.

________

suatu dulu, tertakdirnya Allah mengilhamkan ayat pujukan dalam aplikasi android pada saat diserang kekusutan

Tidak ada musibah yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, nescaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu

At-Taghabun : 11

Ayat selepas itu lebih menusuk menjadi menunjuk apa perlu buat selepas ditimpa musibah.

Kembali.

12. Dan taatlah kepada kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanah) Allah dengan terang.

Kembali.

13. (Dialah) Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah
__________________

... dan waktu itu juga, pujukan demi pujukan dari insan yang sempat aku belajar darinya, dari mereka.

"Kak Amal, 57:22-23."

Allahu. Tak ke sweet bila mana dijernihkan rasa resah hati dengan kalam-kalam Tuhan. T_T

22. Setiap bencana yang menimpa di bumi dan menimpa dirimu sendiri, semuanya tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.

23. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,
_________________

Allah-centric. Makrifatullah

jumpakan

Tulisan ini semacam serasa tepat dalam jiwa.

aku, seperti biasa menjadi sang pembaca2 sunyi tapi dalam diam alangkah bahagianya satu saat
tertemunya aku oleh Dia dengan orang-orang begini..

yang mana, tulisan-tulisan jadi pembicara sepi
antara insan yang tak pernah mengenali
cukup,
dalam madah sepah dan renyuk aksara

berbagi rasa

Masa itu seakan kembali
tak serupa tapi sama--
saat aku masih bertatih (sekarang mahu berjalan laju, doakan)
menapak satu2 
entah berapa kali aku jatuh
tipu kalau yang manis cuma
saat yang terbuku dalam dada,
sampaikan, sampaikan

faham dan amal

perit yang buat aku belajar,
pahit kan manis akhirnya
lambat, kadang tersasar perasaan
tapi hujungnya masha Allah,

hanya Allah pemberi rasa

jumpa. menggilap. yang mahu atau mencari.

"Awak, tiba masanya awak berbagi apa yang awak rasa."

5:35

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah pada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung.


Survivor

Aku sendiri pun macam tak percaya, pada tahun 2020, ruang blog ini masih wujud dan bernyawa. I'm glad that 4 years ago, I am still writi...